Notifikasi
General

UMKM Jadi Tulang Punggung Ekonomi Trenggalek, Serap Lebih dari 97 Persen Tenaga Kerja

Kontribusi sektor tersebut disebut mencapai lebih dari 97 persen dari total tenaga kerja yang bekerja pada berbagai sektor usaha.


TGX News - Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi salah satu penopang utama penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Trenggalek. Kontribusi sektor tersebut disebut mencapai lebih dari 97 persen dari total tenaga kerja yang bekerja pada berbagai sektor usaha.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Perdagangan dan Perindustrian (Komindag) Trenggalek, Saniran, mengatakan tingginya kontribusi UMKM di daerah tersebut tidak jauh berbeda dengan kondisi secara nasional.

Menurutnya, secara kumulatif UMKM di berbagai daerah di Indonesia menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja dari total tenaga kerja yang bekerja pada perusahaan maupun sektor usaha.

“Iya, secara rata-rata nasional. Jadi kumulatif nasional itu dari berbagai kabupaten, maka kontribusi UMKM terhadap tenaga kerja itu sekitar 97 persen dari total tenaga kerja yang dikelola oleh perusahaan-perusahaan,” ujar Saniran.

Ia menyebut kondisi di Trenggalek juga hampir sama dengan rata-rata nasional. Bahkan, kontribusi UMKM terhadap penyerapan tenaga kerja di daerah tersebut diperkirakan berada di atas 97 persen.

Saniran menjelaskan, tingginya penyerapan tenaga kerja oleh UMKM tidak lepas dari struktur perekonomian Trenggalek yang didominasi usaha berskala mikro, kecil, dan menengah.

“Di Trenggalek ini yang besar enggak ada. Jadi standarnya masih di menengah,” jelasnya.

Dengan kondisi tersebut, sebagian besar masyarakat yang bekerja di Trenggalek menggantungkan penghasilan dari sektor UMKM.

“Hampir semua Trenggalek kerja di Trenggalek, bahkan hampir di atas 97 persen itu adalah tenaga kerja yang dikerjakan, dipekerjakan oleh UMKM,” katanya.

27 Ribu UMKM Kantongi NIB
Di sisi lain, Dinas Komindag Trenggalek mencatat sekitar 27.000 UMKM telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB). Data tersebut merupakan catatan hingga Mei 2026.

Saniran mengatakan, pihaknya sebenarnya memiliki data UMKM dari berbagai sektor. Namun, pendataan administrasi saat ini lebih menitikberatkan pada pelaku usaha yang telah memiliki legalitas berupa NIB.

“Data kita banyak, tapi kita masih memperhatikan yang sudah punya legalitas. Yang punya legalitas itu ditandai dengan NIB,” ujarnya.

Menurutnya, jumlah tersebut masih berpotensi bertambah setelah hasil Sensus Ekonomi dirilis. Data sensus diharapkan dapat memberikan gambaran lebih lengkap mengenai jumlah serta kondisi UMKM di Trenggalek.

UMKM di Trenggalek tersebar di berbagai sektor, mulai pertanian, peternakan, perikanan, industri rumah tangga hingga makanan. Dari sejumlah sektor tersebut, perdagangan menjadi salah satu bidang yang memiliki jumlah pelaku UMKM cukup besar.

“Dari berbagai sektor pertanian, peternakan, perikanan, industri, rumah tangga, makanan, dan sebagainya. Yang paling banyak di sektor perdagangan dan lain-lain,” pungkasnya.

Highlights
UMKM Jadi Tulang Punggung Ekonomi Trenggalek, Serap Lebih dari 97 Persen Tenaga Kerja
Kontribusi sektor tersebut disebut mencapai lebih dari 97 persen dari total tenaga kerja yang bekerja pada berbagai sektor usaha.