Notifikasi
General

Lampaui Target Awal, BPS Temukan Banyak Keluarga dan Usaha Baru di Trenggalek

Badan Pusat Statistik (BPS) Trenggalek memastikan proses pendataan di lapangan masih terus berlangsung.


TGX News - Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Trenggalek mencatat capaian 113 persen dari daftar awal atau prelist hingga Rabu (19/8/2026). 

Meski telah melampaui target berdasarkan prelist, Badan Pusat Statistik (BPS) Trenggalek memastikan proses pendataan di lapangan masih terus berlangsung.

Kepala BPS Trenggalek, Abu Amar, menjelaskan angka 113 persen tersebut bukan berarti seluruh pendataan telah selesai. Capaian dihitung berdasarkan jumlah responden dalam prelist yang menjadi acuan awal petugas.

Menurutnya, kondisi di lapangan membuat jumlah responden terus berubah. Petugas menemukan keluarga maupun usaha baru yang sebelumnya tidak tercantum dalam prelist. Sebaliknya, terdapat pula data yang tidak lagi sesuai karena responden pindah, meninggal dunia, atau tidak ditemukan.

"Trenggalek salah satu wilayah kabupaten perolehannya agak lumayan, sampai dengan 18 Agustus 2026, kami sudah mencapai 113 persen dari prelist yang ada," ujar Abu Amar.

Ia menegaskan petugas tidak hanya berpedoman pada prelist. Setiap keluarga maupun usaha yang ditemukan di lapangan tetap harus didata sesuai kondisi sebenarnya.

"Pendataan kami secara konsep atau defactonya yang ada di lapangan kami data. Jadi tidak hanya mengacu dari data prelist, kalau ada yang baru di luar prelist kami data," jelasnya.

Abu Amar memperkirakan masih ada sekitar 10 persen pendataan yang harus diselesaikan. Sementara tambahan data yang mencapai sekitar 13 persen berasal dari keluarga dan usaha baru yang ditemukan petugas.

Pendataan dalam Sensus Ekonomi 2026 mencakup keluarga serta aktivitas usaha. Untuk sektor usaha, BPS mendata usaha yang memiliki bangunan khusus seperti toko dan ruko, maupun usaha yang dijalankan dari dalam rumah.

Usaha berbasis rumah tangga tersebut dapat berupa perdagangan, jual beli, jasa perantara atau makelar hingga usaha yang dijalankan secara daring.

Menurut Abu Amar, pendataan usaha yang dikelola dari rumah menjadi salah satu tantangan karena keberadaannya tidak selalu terlihat secara langsung. Petugas harus mampu menggali informasi dari masyarakat.

"Kalau petugas tidak bisa menggali data secara bagus tidak akan dapat. Tapi alhamdulillah kami mendapatkan banyak terkait usaha di dalam keluarga," katanya.

Prelist awal Sensus Ekonomi 2026 di Trenggalek mencakup sekitar 360 ribu responden. 

Namun, jumlah tersebut bersifat dinamis mengikuti hasil temuan di lapangan.
Setelah pendataan rampung, data akan melalui pemeriksaan oleh petugas pengawas sebelum dikirim ke tingkat pusat. 

BPS juga melakukan pengecekan kewajaran serta anomali data.

Data yang dinilai tidak sesuai kondisi lapangan dapat dikembalikan kepada petugas untuk diperbaiki. 

Sementara tahap pengolahan data dijadwalkan berlangsung sekitar Oktober hingga November 2026.
BPS
Lampaui Target Awal, BPS Temukan Banyak Keluarga dan Usaha Baru di Trenggalek
Badan Pusat Statistik (BPS) Trenggalek memastikan proses pendataan di lapangan masih terus berlangsung.