Notifikasi
General

Taruna TNI Gembleng Siswa Sekolah Rakyat Trenggalek, Karakter dan Disiplin Jadi Prioritas

MPLS di sekolah berkonsep asrama ini turut melibatkan taruna Akademi TNI dalam Program Taruna Bakti untuk menanamkan disiplin.


TGX News - Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Trenggalek terus mematangkan pembentukan karakter para siswa baru melalui rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). 

Berbeda dari sekolah pada umumnya, MPLS di sekolah berkonsep asrama ini turut melibatkan taruna Akademi TNI dalam Program Taruna Bakti untuk menanamkan disiplin, kemandirian, dan jiwa kebangsaan sejak hari pertama.

Kepala SRT 1 Trenggalek, Yogyantoro, mengatakan rangkaian kegiatan telah dimulai sejak sekolah resmi dibuka melalui Open House dan pembukaan MPLS pada 31 Juli 2026. 

Selanjutnya, para siswa mengikuti berbagai agenda pembelajaran, termasuk Cek Kesehatan Gratis (CKG) pada Senin (3/8/2026), sebelum menerima pembekalan dari taruna Akademi Militer (Akmil) dan Akademi Angkatan Laut (AAL).

"Setelah launching melalui Open House dan pembukaan MPLS pada 31 Juli lalu, kami melanjutkan rangkaian kegiatan, mulai dari CKG hingga Program Taruna Bakti yang menghadirkan taruna Akmil dan AAL," ujar Yogyantoro, Selasa (4/8/2026).

Menurutnya, kehadiran taruna bertujuan membantu siswa beradaptasi dengan lingkungan sekolah berasrama sekaligus membentuk karakter sejak dini. Materi yang diberikan mencakup kepramukaan, kedisiplinan, kemandirian, serta berbagai pembiasaan positif yang akan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari siswa.

Selain itu, peserta didik juga mendapatkan materi wawasan nusantara, wawasan kebangsaan, dan bela negara sebagai bekal menumbuhkan rasa cinta tanah air.

"Kami juga memberikan pembiasaan lain serta materi khusus seperti wawasan nusantara, wawasan kebangsaan, dan bela negara agar karakter siswa terbentuk secara utuh," jelasnya.

Yogyantoro mengungkapkan, Program Taruna Bakti diikuti oleh lima taruna dengan satu orang pendamping. Mereka bertugas di SRT 1 Trenggalek selama lima hari, mulai 3 hingga 7 Agustus 2026.

Selama MPLS, kegiatan resmi berlangsung mulai pukul 07.00 WIB hingga 16.00 WIB sesuai panduan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan Kementerian Sosial RI. Namun, karena menggunakan sistem boarding school, proses pendidikan karakter berlangsung selama 24 jam.

Sejak pukul 04.00 WIB, siswa telah memulai aktivitas melalui ibadah Subuh, dilanjutkan rutinitas harian hingga malam hari. Pada malam hari, mereka dibiasakan mengurus kebutuhan pribadi, menjaga kebersihan, berkomunikasi dengan teman, serta mengisi waktu luang dengan berbagai keterampilan sederhana.

Yogyantoro menilai para siswa menunjukkan antusiasme tinggi mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Meski demikian, sebagian masih berada pada tahap adaptasi karena harus menyesuaikan diri dari kehidupan di rumah menuju pola hidup yang lebih disiplin di lingkungan asrama.

"Mereka sangat antusias bertemu guru dan teman-teman baru. Memang masih ada proses penyesuaian atau culture shock, tetapi itu hal yang wajar. Kami optimistis dengan pendampingan yang intensif, mereka akan mampu beradaptasi dan mencapai target pembelajaran yang telah ditetapkan," pungkasnya.

Highlights
Taruna TNI Gembleng Siswa Sekolah Rakyat Trenggalek, Karakter dan Disiplin Jadi Prioritas
MPLS di sekolah berkonsep asrama ini turut melibatkan taruna Akademi TNI dalam Program Taruna Bakti untuk menanamkan disiplin.