Kinerja Melesat, BPR Jwalita Trenggalek Siapkan Kredit Emas dan Perkuat UMKM
BPR tidak hanya fokus membiayai UMKM yang telah berkembang, tetapi juga memberikan kesempatan kepada pelaku usaha yang baru merintis.
Direktur Utama PT BPR Jwalita Trenggalek, Dwi Fraidianriani, mengatakan pendapatan perusahaan hingga pertengahan tahun sebagian besar masih ditopang sektor kredit.
Meningkatnya kebutuhan modal usaha selama momentum Ramadan, Idulfitri, hingga tahun ajaran baru menjadi salah satu faktor yang mendorong pertumbuhan pembiayaan.
"Penopang pendapatan BPR Jwalita memang berasal dari kredit. Pada semester pertama ekspansi kredit cukup besar karena ada banyak faktor, terutama meningkatnya kebutuhan modal dari pelaku UMKM dan pedagang," ujarnya.
Menurut Dwi, peningkatan tersebut berasal dari kombinasi nasabah lama yang kembali mengajukan pembiayaan serta hadirnya nasabah baru.
BPR Jwalita juga menggandeng sejumlah lembaga pelatihan kerja, termasuk Sanita di Kecamatan Pogalan, untuk mendukung lahirnya wirausaha baru melalui akses permodalan.
Ia menegaskan, BPR tidak hanya fokus membiayai UMKM yang telah berkembang, tetapi juga memberikan kesempatan kepada pelaku usaha yang baru merintis.
"Mereka sudah memiliki keterampilan, tetapi sering kali terkendala modal. Di situlah BPR hadir untuk membantu agar usaha mereka bisa berkembang," katanya.
Hingga semester pertama 2026, laba perusahaan telah mendekati Rp1,6 miliar. Dengan capaian tersebut, BPR Jwalita optimistis target laba tahun ini sebesar Rp2,8 miliar dapat terlampaui.
"Tahun lalu laba kami sekitar Rp2,7 miliar. Tahun ini kami berharap bisa lebih dari target, bahkan mendekati Rp3 miliar," jelasnya.
Dari sisi wilayah, kontribusi terbesar terhadap pendapatan BPR berasal dari Kecamatan Trenggalek, disusul Kecamatan Durenan, Karangan, dan Pogalan yang memiliki aktivitas ekonomi cukup tinggi.
Selain memperkuat pembiayaan UMKM, BPR Jwalita juga bersiap meluncurkan produk baru berupa kredit emas bertajuk Gemas (Gemar Emas) pada Agustus 2026.
Program tersebut merupakan kerja sama dengan Galeri 24 yang memungkinkan masyarakat memiliki emas melalui skema cicilan hingga tiga tahun.
"Melalui program ini kami ingin mendorong masyarakat tidak hanya memperoleh pembiayaan usaha, tetapi juga mulai berinvestasi pada aset yang relatif stabil seperti emas," tutur Dwi.
Di bidang literasi keuangan, BPR Jwalita juga terus mengembangkan Tabungan Pelajar. Dalam rangka memperingati Hari Indonesia Menabung pada 20 Agustus mendatang, BPR akan berkolaborasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menggelar edukasi keuangan yang diikuti sekitar 500 pelajar.
Pada kegiatan tersebut, pelajar cukup membuka rekening dengan setoran awal Rp5.000. Program ini diharapkan mampu menumbuhkan budaya menabung sejak dini sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat bahwa simpanan di perbankan aman karena dijamin oleh LPS.
