Notifikasi
General

Sekolah Rakyat Trenggalek Siap Mulai MPLS, Terapkan Sistem Asrama 24 Jam dan Buka Pendaftaran Sepanjang Tahun

kapasitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Trenggalek sebenarnya mampu menampung lebih dari 1.000 siswa.


TGX News - Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Trenggalek mulai mempersiapkan rangkaian kegiatan pembelajaran bagi peserta didik baru setelah pelaksanaan open house. 

Tahapan awal pendidikan akan diawali dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang dijadwalkan berlangsung pada 1–15 Agustus 2026, kemudian dilanjutkan program matrikulasi hingga 30 September 2026.

Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Trenggalek, Yogyantoro, mengatakan MPLS menjadi tahap penting untuk membantu siswa mengenal lingkungan sekolah, sistem pembelajaran, hingga pola kehidupan berasrama sebelum memasuki kegiatan belajar mengajar secara penuh.

"Setelah pembukaan open house ini, tanggal 1 Agustus ada kegiatan MPLS sampai 15 Agustus. Dilanjutkan dengan program matrikulasi dari tanggal 18 Agustus hingga 30 September," ujarnya.

Yogyantoro menjelaskan, mayoritas peserta didik berasal dari Kabupaten Trenggalek. Berdasarkan data sementara, sekitar 94 persen calon siswa merupakan warga Trenggalek, sedangkan 6 persen lainnya berasal dari luar daerah dan masih menjalani proses administrasi kependudukan agar dapat berdomisili atau memiliki wali di Kabupaten Trenggalek.

Ia menambahkan, berdasarkan data dari person in charge (PIC) Kementerian Sosial, calon peserta didik terbanyak berasal dari Kecamatan Panggul dan Gandusari.

Dalam proses pembelajaran, Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Trenggalek menerapkan kurikulum nasional yang dipadukan dengan kurikulum berbasis asrama. Seluruh peserta didik akan tinggal di lingkungan sekolah selama 24 jam dengan pendampingan wali asuh dan wali asrama.

"Kami menggunakan kurikulum nasional dan kurikulum plus keasramaan. Mereka tinggal 24 jam di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Trenggalek dengan penanganan wali asuh dan wali asrama yang menangani kegiatan kokurikuler maupun ekstrakurikuler pada sore hingga malam hari," jelasnya.

Saat ini sekolah telah memiliki satu rombongan belajar (rombel) jenjang SMP yang berisi 25 siswa dan dua rombel jenjang SD dengan masing-masing 25 siswa. 

Selain itu, sekitar 240 calon peserta didik baru telah mendaftar untuk mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat.

Menariknya, proses penerimaan siswa tidak berhenti setelah tahun ajaran dimulai. Sekolah menerapkan sistem entry multi exit, sehingga pendaftaran tetap dibuka sepanjang tahun ajaran 2026/2027.

"Kami akan terus membuka karena memiliki entry multi exit. Sepanjang tahun ajaran ini mereka masih bisa bersekolah di Sekolah Rakyat dan mendaftar pada bulan apa pun," kata Yogyantoro.

Di sisi lain, kebutuhan tenaga pendamping masih terus dipenuhi. Sejumlah wali asuh dan wali asrama saat ini masih menunggu Surat Keputusan (SK) dari Kementerian Sosial. 

Selama proses tersebut, pihak sekolah memanfaatkan personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) yang telah masuk dalam draft SK untuk mengisi sementara tugas pendampingan siswa.

Yogyantoro menegaskan, kapasitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Trenggalek sebenarnya mampu menampung lebih dari 1.000 siswa. 

Kuota penerimaan akan ditambah secara bertahap setiap tahun sehingga semakin banyak anak dari keluarga yang membutuhkan dapat memperoleh akses pendidikan dan pembinaan melalui sistem sekolah berasrama.
Highlights
Sekolah Rakyat Trenggalek Siap Mulai MPLS, Terapkan Sistem Asrama 24 Jam dan Buka Pendaftaran Sepanjang Tahun
kapasitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Trenggalek sebenarnya mampu menampung lebih dari 1.000 siswa.