Notifikasi
General

Polemik MBG Permata Umat Trenggalek Berakhir, BGN Pastikan Tak Ada Penolakan dan Layanan Segera Dilanjutkan

Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan tidak pernah ada penolakan program oleh pihak yayasan dan layanan MBG


TGX News - TGX News – Polemik penghentian layanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Yayasan Al Amanah yang menaungi satuan pendidikan Permata Umat, Kabupaten Trenggalek, akhirnya menemukan titik terang. 

Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan tidak pernah ada penolakan program oleh pihak yayasan dan layanan MBG akan kembali diberikan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memiliki kapasitas mencukupi.

Klarifikasi tersebut disampaikan setelah dilakukan koordinasi antara Koordinator Wilayah Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) BGN Kabupaten Trenggalek, Kepala SPPG Surodakan, dan pihak Yayasan Al Amanah. 

Hasil pertemuan menyimpulkan bahwa polemik yang sempat mencuat murni dipicu miskomunikasi terkait penyesuaian distribusi penerima manfaat.

Koordinator Wilayah SPPI BGN Kabupaten Trenggalek, Shiella Ammanda Yanu Fadilla, mengakui adanya kekeliruan informasi yang sebelumnya menyebut Permata Umat menolak Program MBG.

"Kemarin memang ada pernyataan bahwa Permata Umat menolak MBG. Tetapi itu miskomunikasi dan itu tidak benar. Yang benar sekarang adalah pihak Permata Umat mau menerima MBG," ujarnya, Senin (3/8/2026).

Sebelumnya, Permata Umat sempat disebut sebagai salah satu sekolah yang menolak program MBG. Pernyataan tersebut langsung dibantah Yayasan Al Amanah yang menegaskan tidak pernah menolak program pemerintah tersebut. 

Bahkan, pihak yayasan sempat menyampaikan bahwa penghentian layanan dilakukan secara sepihak oleh SPPG Surodakan.

Namun, hasil koordinasi terbaru menunjukkan penghentian layanan bukan karena penolakan dari sekolah maupun keputusan sepihak SPPG. Kondisi tersebut terjadi akibat kapasitas layanan SPPG Surodakan yang telah melebihi batas maksimal penerima manfaat.

Shiella menjelaskan setiap SPPG memiliki kapasitas layanan yang harus dipatuhi agar distribusi makanan bergizi dapat berjalan optimal.

"SPPG itu memiliki kapasitas pelayanan. Ketika jumlah penerima manfaat melebihi kapasitas, maka harus dilakukan penyesuaian," jelasnya.

Karena kondisi tersebut, pihak sekolah dan SPPG Surodakan saat itu sepakat menghentikan sementara layanan sambil menunggu SPPG lain yang mampu mengambil alih distribusi.

"Kemarin pihak sekolah dan SPPG bersepakat untuk sementara tidak dilayani dulu sampai ada SPPG lainnya yang meng-cover," katanya.

Saat ini, BGN memastikan Permata Umat tetap menjadi penerima manfaat Program MBG. 

Layanan akan kembali diberikan oleh SPPG lain yang memiliki kapasitas mencukupi, sehingga seluruh peserta didik mulai jenjang playgroup, taman kanak-kanak, sekolah dasar, madrasah tsanawiyah hingga madrasah aliyah dapat kembali memperoleh manfaat program tersebut.

"Sekarang setelah kami konfirmasi, mereka tetap mau dilayani dan akan dilayani oleh SPPG terdekat atau yang akan mulai beroperasi. Bukan SPPG yang sebelumnya, karena SPPG Surodakan memang sudah over capacity," tandas Shiella.

Dengan adanya klarifikasi ini, BGN berharap tidak ada lagi kesalahpahaman terkait pelaksanaan Program MBG di Trenggalek. 
Highlights
Polemik MBG Permata Umat Trenggalek Berakhir, BGN Pastikan Tak Ada Penolakan dan Layanan Segera Dilanjutkan
Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan tidak pernah ada penolakan program oleh pihak yayasan dan layanan MBG