Notifikasi
General

Kemarau Meluas di Trenggalek, 15 Desa di 8 Kecamatan Dilanda Kekeringan, BPBD Kebut Distribusi Air Bersih

Distribusi dilakukan menggunakan armada tangki milik Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas dengan pasokan air dari Perusahaan Daerah Air Minum.


TGX News - Dampak musim kemarau semakin meluas di Kabupaten Trenggalek. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat sedikitnya 15 desa di delapan kecamatan kini mengalami kekeringan yang menyebabkan ribuan warga mulai kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Wilayah terdampak meliputi Desa Prambon di Kecamatan Tugu, Desa Cakul dan Pandean di Kecamatan Dongko, Desa Wonocoyo di Kecamatan Pogalan, Desa Wonanti di Kecamatan Gandusari, Desa Timahan di Kecamatan Kampak, serta Desa Slawe di Kecamatan Watulimo.

Sementara itu, Kecamatan Panggul menjadi wilayah dengan dampak paling luas. Tercatat tujuh desa mengalami kekeringan, yakni Besuki, Karangtengah, Nglebeng, Ngrencak, Kertosono, Panggul, dan Banjar.

Untuk mengantisipasi krisis air bersih, BPBD Kabupaten Trenggalek mulai menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah desa terdampak. 

Distribusi dilakukan menggunakan armada tangki milik Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas dengan pasokan air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Trenggalek.

Kepala BPBD Kabupaten Trenggalek yang juga menjabat Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah, Stefanus Triadi Atmono, mengatakan pemerintah daerah terus bergerak cepat agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau.

"Penyaluran air bersih dilakukan ke sejumlah desa yang mengalami kekurangan air bersih akibat dampak musim kemarau. Kami terus memantau perkembangan kondisi di lapangan agar distribusi bantuan tepat sasaran," ujarnya.

Menurut Stefanus, penyaluran bantuan pada Minggu (2/8/2026) berlangsung mulai pukul 08.30 WIB hingga 16.45 WIB. Dalam sehari, BPBD mendistribusikan 16.000 liter air bersih menggunakan empat truk tangki berkapasitas masing-masing 4.000 liter. Bantuan tersebut merupakan dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui BBWS Brantas.

"Minggu kemarin total ada 16.000 liter air bersih yang kami distribusikan menggunakan empat tangki berkapasitas masing-masing 4.000 liter. Bantuan ini kami prioritaskan untuk desa-desa yang mengalami kekurangan air bersih," katanya.

Bantuan disalurkan ke empat desa di Kecamatan Panggul. Di Desa Nglebeng, sebanyak 4.000 liter air bersih diberikan kepada 202 kepala keluarga (KK) atau 426 jiwa di Dusun Slorok. Selanjutnya, Desa Banjar menerima 4.000 liter untuk 74 KK atau 213 jiwa di Dusun Mendung.

Di Desa Ngrencak, bantuan sebanyak 4.000 liter disalurkan kepada 57 KK atau 163 jiwa di Dusun Kasian. Sementara di Desa Panggul, satu tangki berisi 4.000 liter air bersih diberikan kepada 37 KK atau 98 jiwa di Dusun Madatan.

Secara keseluruhan, bantuan hari itu menjangkau 370 kepala keluarga dengan sekitar 900 jiwa penerima manfaat.

Stefanus menegaskan BPBD akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan musim kemarau dan memperluas distribusi bantuan apabila jumlah desa terdampak bertambah. 

Ia juga mengimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan air serta segera melapor kepada pemerintah desa atau BPBD apabila mengalami kesulitan memperoleh air bersih.

"Kami akan terus berupaya memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat selama musim kemarau berlangsung agar dampaknya dapat diminimalkan," pungkasnya.

Highlights
Kemarau Meluas di Trenggalek, 15 Desa di 8 Kecamatan Dilanda Kekeringan, BPBD Kebut Distribusi Air Bersih
Distribusi dilakukan menggunakan armada tangki milik Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas dengan pasokan air dari Perusahaan Daerah Air Minum.