Notifikasi
General

Cek Kesehatan Gratis di Trenggalek Lampaui Target Nasional, 43 Ribu Warga Terdeteksi Berpotensi Alami Gangguan Kesehatan Jiwa

CKG merupakan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang menjadi salah satu program prioritas Presiden.


TGX News - TGX News – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Trenggalek mencatat capaian menggembirakan pada semester pertama 2026. Hingga akhir Juni, realisasi layanan telah melampaui target nasional yang ditetapkan pemerintah pusat. 

Namun, di balik capaian tersebut, hasil skrining juga mengungkap tingginya potensi masalah kesehatan jiwa di kalangan masyarakat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Trenggalek, drg. Andiek Muarifin, mengatakan CKG merupakan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang menjadi salah satu program prioritas Presiden sehingga wajib dilaksanakan oleh seluruh pemerintah daerah.

"Target dari CKG itu sendiri adalah 46 persen dari jumlah penduduk. Saat ini di Kabupaten Trenggalek sudah tercapai 52,8 persen sampai dengan bulan Juni tahun 2026," ujarnya.

Dari total sasaran 343.092 penduduk, sebanyak 181.037 warga telah mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis. Angka tersebut setara dengan 52,8 persen, melampaui target nasional sebesar 46 persen pada semester pertama tahun ini.

Program CKG menyasar seluruh kelompok usia, mulai dari ibu hamil, bayi baru lahir, balita, anak usia sekolah, remaja, usia produktif hingga lanjut usia. Pemeriksaan dilakukan untuk mendeteksi lebih dini berbagai risiko penyakit agar dapat segera ditangani.

Salah satu temuan yang menjadi perhatian adalah tingginya potensi gangguan kesehatan jiwa. Berdasarkan hasil skrining, sekitar 43.448 peserta atau 26 persen dari total warga yang diperiksa terindikasi memiliki potensi masalah kesehatan mental.

Menurut Andiek, potensi tersebut paling banyak ditemukan pada kelompok usia produktif. Meski demikian, gejala serupa juga mulai terdeteksi pada anak-anak dan remaja usia sekolah.

Ia menjelaskan, skrining kesehatan jiwa bagi pelajar belum sepenuhnya optimal karena penjaringan baru akan dilakukan pada awal tahun ajaran baru sebagai bagian dari program rutin CKG di lingkungan sekolah.

"Penjaringan akan kami lakukan di awal tahun ajaran baru sehingga pemeriksaan kesehatan anak sekolah bisa lebih maksimal," katanya.

Andiek menyebut sejumlah faktor diduga memengaruhi munculnya gangguan kesehatan jiwa pada anak usia sekolah. Di antaranya kasus perundungan (bullying), penggunaan gawai secara berlebihan, hingga pengaruh lingkungan pergaulan.

"Kasus bullying, penggunaan gadget yang berlebihan, serta faktor pergaulan menjadi beberapa penyebab yang perlu mendapat perhatian bersama," jelasnya.

Dinkes PPKB memastikan setiap temuan dari program CKG akan ditindaklanjuti sesuai kondisi masing-masing peserta. Penanganan dapat dilakukan di Puskesmas melalui edukasi, pemeriksaan lanjutan, maupun pengobatan. 

Sementara pasien dengan kondisi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut akan dirujuk ke rumah sakit dan mendapatkan layanan dari dokter spesialis sesuai kebutuhan.

Andiek menegaskan Program Cek Kesehatan Gratis akan terus dilaksanakan setiap tahun dengan target cakupan yang terus meningkat. 

Melalui pemeriksaan berkala tersebut, pemerintah berharap berbagai penyakit maupun gangguan kesehatan, termasuk kesehatan jiwa, dapat dideteksi lebih dini sehingga penanganannya menjadi lebih efektif dan kualitas kesehatan masyarakat Trenggalek terus meningkat.
Gastro
Cek Kesehatan Gratis di Trenggalek Lampaui Target Nasional, 43 Ribu Warga Terdeteksi Berpotensi Alami Gangguan Kesehatan Jiwa
CKG merupakan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang menjadi salah satu program prioritas Presiden.