MUF ON 2026 Resmi Dibuka, Pantai Mutiara Kini Punya Wisata Diving dan Snorkeling Berbasis Konservasi
MUF ON kali ini tidak hanya berfokus pada kegiatan konservasi terumbu karang, tetapi juga menjadi momentum pengembangan wisata berbasis lingkungan.
Hal itu ditandai dengan peluncuran Mutiara Dive Center dalam rangkaian kegiatan Mutiara Under Water Festival and Conservation (MUF ON) ke-4 Tahun 2026 yang dibuka langsung oleh Wakil Bupati Trenggalek, Syah Mohamad Natanegara, Selasa (28/7/2026).
Berbeda dengan pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya, MUF ON kali ini tidak hanya berfokus pada kegiatan konservasi terumbu karang, tetapi juga menjadi momentum pengembangan wisata berbasis lingkungan yang dikelola masyarakat melalui Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Rembeng Raya.
Dengan hadirnya Mutiara Dive Center, ekosistem wisata Pantai Mutiara dinilai semakin lengkap. Selain menikmati keindahan pantai dan wisata darat, wisatawan kini dapat mengeksplorasi keindahan bawah laut melalui aktivitas snorkeling maupun diving.
Wakil Bupati Trenggalek, Syah Mohamad Natanegara, mengapresiasi perkembangan konservasi yang telah dilakukan selama beberapa tahun terakhir.
“Ini kegiatan MUF ON yang setiap tahun kita laksanakan dan ini yang keempat. Tadi dilaporkan proses recovery di Pantai Mutiara berlangsung dengan baik. Mohon dukungannya, terutama untuk masyarakat Watulimo dan juga pengunjung agar bersama-sama menjaga Pantai Mutiara ini,” kata Syah.
Menurutnya, hasil konservasi mulai terlihat dari kembalinya sejumlah spesies ikan endemik yang sebelumnya sulit ditemukan serta membaiknya kondisi terumbu karang di kawasan tersebut.
“Dari laporan yang kita terima, ikan-ikan endemik yang dulu tidak ada sekarang sudah ada. Terus terumbu karang yang rusak kini sudah mulai baik kembali. Ini salah satu bentuk dukungan dari Pemkab, termasuk melalui pemberdayaan masyarakat dan pelatihan,” imbuhnya.
Ketua Pokmaswas Rembeng Raya, Kacuk Wibisono, menjelaskan pertumbuhan terumbu karang di Pantai Mutiara tergolong sangat baik, bahkan mencapai rata-rata 6 hingga 7 sentimeter per tahun. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan terumbu karang di sejumlah lokasi lain yang berkisar 3 sentimeter per tahun.
Pada MUF ON 2026, Pokmaswas Rembeng Raya juga menanam 10 unit bioreeftek dan tiga unit Eco Fish House untuk mendukung pemulihan ekosistem bawah laut.
“Kami tetap mengedepankan ekosistem bawah laut. Ketika terumbu karang bagus, plankton berkembang, ikan kecil datang dan ikan besar hadir. Dari situlah nilai ekonomi bagi nelayan dan sektor wisata bisa tumbuh bersama,” pungkas Kacuk.
Melalui kolaborasi konservasi dan pariwisata, Pantai Mutiara diharapkan menjadi destinasi wisata bahari unggulan yang tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.