44 KDMP Trenggalek Rampung 100 Persen, Puluhan Truk dan Kendaraan Operasional Mulai Disalurkan
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan (Komindag) Kabupaten Trenggalek, Saniran, mengatakan bantuan tersebut diberikan kepada koperasi yang telah memenuhi syarat penyelesaian pembangunan 100 persen.
“Untuk beberapa koperasi yang sudah selesai 100 persen pembangunan, insyaallah mendapatkan tiga fasilitas sarana prasarana, yaitu truk, roda tiga, dan etalase untuk gerai usaha,” ujarnya.
Menurut Saniran, hingga saat ini pemerintah telah menyalurkan sekitar 37 unit truk, 30 kendaraan roda tiga, serta 24 furnitur atau etalase usaha kepada koperasi penerima manfaat. Bantuan tersebut diharapkan mampu mempercepat kesiapan operasional koperasi dalam melayani kebutuhan masyarakat desa.
Meski demikian, jumlah KDMP yang telah rampung sepenuhnya masih sebagian dari total koperasi yang sedang dibangun. Proses pembangunan di sejumlah lokasi lain masih terus berjalan.
“Saat ini yang sudah 100 persen pembangunan masih sekitar 44 koperasi. Namun proses pembangunan masih terus bergerak dan targetnya minimal bisa mencapai 80 persen,” katanya.
Di sisi lain, sejumlah KDMP mulai menjalankan aktivitas usaha secara mandiri meski regulasi teknis dari pemerintah pusat belum sepenuhnya diterbitkan. Setidaknya terdapat lima koperasi yang telah melakukan uji coba operasional, yakni di wilayah Munjungan, Sumberbening, Cakul, Tumpuk, dan Pringapus.
Menurut Saniran, koperasi tersebut mulai memanfaatkan potensi ekonomi lokal, mulai dari produk pertanian hingga hasil usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Namun demikian, pelaksanaan program masih menghadapi tantangan berupa perkembangan regulasi yang dinamis. Beberapa koperasi yang sebelumnya telah menjalin kerja sama dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bahkan harus menyesuaikan kembali rencana operasional mereka.
Saat ini, pemerintah daerah masih menunggu petunjuk teknis lebih rinci terkait pola operasional KDMP.
Sementara itu, pengembangan koperasi tetap mengacu pada Instruksi Presiden yang mengarahkan KDMP memiliki berbagai unit layanan seperti gerai sembako, apotek, klinik desa, hingga fasilitas pergudangan atau cold storage.
Pemerintah menargetkan peluncuran program KDMP secara nasional dapat dilakukan pada Agustus 2026 mendatang.
