Notifikasi
General

Gelombang Pensiun Ancam ASN Trenggalek, BKPSDM Petakan talenta

Pemkab Trenggalek mulai menyiapkan regenerasi birokrasi dengan memetakan talenta, karakter, dan arah karier ASN.
Gelombang Pensiun Ancam ASN Trenggalek, BKPSDM Petakan talenta
Kepala BKPSDM Trenggalek, Heri Yulianto

TGX News
- Gelombang pensiun aparatur sipil negara (ASN) mulai menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Trenggalek. Dalam beberapa tahun ke depan, ratusan pegawai diperkirakan memasuki masa pensiun setiap tahun. Kondisi itu membuat Pemkab Trenggalek mulai mempercepat penyiapan regenerasi birokrasi.

Melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), pemerintah daerah kini melakukan pemetaan talenta dan rencana pengembangan karier ASN secara lebih terukur. Tidak hanya melihat rekam jejak pegawai, BKPSDM juga mulai memetakan karakter dan gaya kerja para ASN untuk kebutuhan suksesi jabatan di lingkungan pemerintah daerah.

Kepala BKPSDM Trenggalek, Heri Yulianto, mengatakan langkah tersebut penting untuk menjaga keberlanjutan organisasi pemerintahan. Menurutnya, tanpa perencanaan regenerasi yang matang, pengalaman dan pengetahuan pejabat senior berisiko hilang begitu saja ketika memasuki masa pensiun.

“Tanpa suksesi yang terencana, pengetahuan teknis dan pengalaman pejabat senior bisa hilang begitu saja saat mereka memasuki masa pensiun,” ujar Heri, Rabu (20/5/2026).

Data BKPSDM menunjukkan sekitar 300 PNS di Trenggalek memasuki batas usia pensiun setiap tahun. Dari total 5.022 PNS yang ada saat ini, sebanyak 1.976 pegawai atau sekitar 39,3 persen berada pada rentang usia 51 hingga 60 tahun. Angka itu dinilai cukup besar sehingga pemerintah harus segera menyiapkan kaderisasi pegawai.

Di sisi lain, komposisi ASN di Trenggalek kini hampir seimbang antara PNS dan PPPK. Dari total 10.042 ASN, sebanyak 5.020 pegawai berstatus PPPK dan 5.022 lainnya merupakan PNS.

BKPSDM juga mencatat masih banyak posisi jabatan yang belum terisi. Dari 33 formasi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP), sebanyak 12 posisi saat ini kosong. Kekosongan juga terjadi pada sejumlah jabatan administratur dan pengawas.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, BKPSDM mulai melakukan inventarisasi data rencana pengembangan karier terhadap 820 PNS mulai golongan III/a hingga IV/c. Pendekatan yang digunakan kali ini disebut lebih komprehensif karena tidak hanya menilai kemampuan administratif dan capaian kerja pegawai.

BKPSDM juga mulai mengukur karakter ASN, seperti kemampuan beradaptasi, keberanian mengambil keputusan, hingga kesiapan bekerja di bawah tekanan dan target tinggi. Menurut Heri, pemetaan itu penting agar penempatan pegawai benar-benar sesuai dengan kompetensi dan karakter masing-masing.

“Kami ingin mengetahui siapa yang siap bekerja di bawah tekanan dan target tinggi. Jadi penempatan pegawai nantinya benar-benar sesuai kompetensi dan karakter masing-masing,” katanya.

Selain itu, ASN juga diberi ruang menyampaikan preferensi jalur karier yang ingin ditempuh. Pegawai dapat memilih apakah ingin berkembang di jabatan struktural atau jabatan fungsional sesuai minat dan kemampuan mereka.

Nantinya, hasil pemetaan tersebut akan menjadi dasar penyusunan dokumen pengembangan karier PNS sekaligus sistem manajemen talenta di lingkungan Pemkab Trenggalek. Pemerintah berharap langkah itu dapat menjaga kualitas birokrasi di tengah gelombang pensiun ASN yang terus meningkat. (Aby)
Highlights
Gelombang Pensiun Ancam ASN Trenggalek, BKPSDM Petakan talenta
Pemkab Trenggalek mulai menyiapkan regenerasi birokrasi dengan memetakan talenta, karakter, dan arah karier ASN.